HASIL SELEKSI ADMINISTRASI CALON PEJABAT PIMPINAN TINGGI PRATAMA BADAN NASIONAL PENCARIAN DAN PERTOLONGAN TAHUN 2018


Puluhan Jenazah Kembali Dievakuasi Tim SAR


PALU - Tim SAR, gabungan Basarnas, TNI-Polri, dan Potensi SAR kembali berjibaku, mencari dan mengevakuasi korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, Kamis (4/10/2018). Ratusan personil tim gabungan yang bermarkas di Kantor SAR Palu tersebut dikerahkan ke sejumlah sektor yang menjadi prioritas pencarian, yaitu Hotel Roa Roa, Balaroa, Sigi Langaleso (Jono Oge), Biromaru, Hotel Mercure, Petobo, Talise, Kartini (Tahfiz), Mandala Finance, Mamboro Kantor, dan 1 tim standby di Posko Basarnas.

Data up date hari ini hingga pukul 12.00 WITA, tim SAR telah berhasil mengevakuasi korban sebanyak 39 orang dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan total korban yang berhasil dievakuasi tim SAR sebanyak 522 orang dengan rincian korban selamat 86 dan korban meninggal dunia 436 jiwa. “Operasi SAR ini akan terus kami laksanakan, sesuai SOP di Basarnas, hingga hari ke-7. Jika tidak selesai, artinya masih ada korban yang harus dievakuasi, maka operasi akan kami perpanjang 3 hari lagi. Jika masih kurang waktunya, akan kita tambah lagi,” jelas Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi di area Hotel Roa Roa untuk kali kedua, Rabu (3/10/2018) kemarin.

Kabasarnas juga mengharapkan peran aktif masyarakat mengingat covered area yang begitu luas. “Hampir semua kawasan terdampak sudah kami masuki. Kami juga mengharapkan laporan dari masyarakat maupun Potensi SAR atau dari siapa saja, jika masih ada korban atau kawasan yang terisolir dan mungkin belum kami sisir. Yang pasti, kami bersama TNI-Polri dan Potensi SAR dari seluruh stakeholder bidang SAR yang ada di sini all out mengerahkan segala daya dan upaya untuk membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana ini,” tegas Kabasarnas.

Kehadiran Kabasarnas di lokasi operasi SAR tidak sendiri. Kabasarnas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para menteri, Menkopolhukam, Panglima TNI, dan Kapolri. Pada kesempatan tersebut, orang nomer satu di RI tersebut berdialog langsung dengan Kasubdit Pengerahan Potensi Basarnas, Agus Haryono, terkait teknis dan proses evakuasi tim SAR.

“Bapak Presiden ingin tahu dan melihat langsung proses evakuasi yang dilakukan tim SAR. Selain menanyakan hal teknis, beliau juga ingin mendengar langsung apa kesulitan atau kendala yang dialami tim SAR di lapangan,” ujarnya. Agus menjelaskan, kondisi gedung yang runtuh jenis pandcake, sangat berbahaya bagi tim SAR karena harus menghadapi resiko runtuh susulan. Selain itu, kondisi tanah yang labil serta masih seringnya terjadi gempa susulan juga dikawatirkan menggeser atau membuat struktur bangunan yang sudah runtuh itu ambruk kembali.

“Tim kami bekerja dengan profesional, menggunakan Standard Operating Procedure (SOP) Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR) dimana safety menjadi prioritas kami dalam tugas ini. Di sisi lain, kami juga dituntut harus cepat, bertarung dengan waktu untuk dapat menemukan para korban,” tuturnya.

Sebelum meninggalkan Roa Roa untuk melihat langsung sektor lainnya, presiden sempat memberikan apresiasi dan semangat kepada tim SAR. “Semangat terus, cari dan evakuasi seluruh korban semaksimal mungkin,” pesan Jokowi. Sementara Kabasarnas mengungkapkan, kendala yang dialami tim SAR diantaranya kurangnya peralatan berat seperti eksavator dan bulldozer untuk menyingkap dan menyingkirkan beton-beton reruntuhan bangunan. Meski itu sudah ada dan dikerahkan dari Makassar, Mamuju, Gorontalo dan daerah sekitarnya, namun peralatan tersebut sulit sampai ke sektor-sektor operasi SAR. Pasalnya, jalan atau akses menuju ke lokasi tersebut terputus dan sama sekali tidak dapat dilalui. Terpisah, Panglima TNI dan Kapolri juga komitmen untuk menambah personil TNI guna mendukung operasi SAR. (hms)



Kategori Berita Kansar , General Berita , Bencana Nasional .
Pengunggah : nita
4 October 18:20 WIB